SlideShow

Tampilkan postingan dengan label history of football. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label history of football. Tampilkan semua postingan
0

saksi bisu si gawang sepak bola

Salah satu bagian yang paling penting di dalam sebuah lapangan sepak bola adalah gawang. Kedua tim yang bertanding berlomba untuk memasukkan bola ke dalam gawang. Gawang sepak bola menjadi target utama untuk meraih kemenangan. Semakin banyak bola yang dimasukkan ke dalam gawang, semakin besar kemenangan. Tentu gol-gol indah itulah yang paling dinantikan para pecinta sepak bola.
Gawang sepak bola memiliki ukuran lebar 7 meter dan tinggi 2.5 meter. Tiangnya terbuat dari tiang besi yang berbentuk bulat. Di belakang gawang, dipasang jala untuk menahan bola saat bola masuk ke dalamnya. Di setiap gawang, ada seorang pemain yang bertugas menjaga gawang sepak bola. Pemain ini lebih dikenal dengan istilah kiper.
Tugas Penjaga Gawang.
Tentu suatu tugas yang tidak mudah untuk mengawal sebuah gawang dari terjangan bola-bola yang terus ingin merangsek masuk. Tapi itulah seni dari sepak bola. Semakin cantik teknik memasukkan si bundar, semakin indah sepak bola. Semakin banyak gol juga menjadi hal yang dinanti-nantikan. Tentu akan sangat lelah sekali jika menonton bola tanpa adanya gol yang tercipta.
Penjaga gawang sepak bola yang biasanya bernomor punggung satu mempunyai peranan yang tidak kalah pentingnya dengan pemain di lini lainnya. Sebuah tim tidak dapat memperoleh kemenangan hanya dengan pemain penyerang yang bagus saja. Walaupun banyaknya gol yang bisa tercipta, namun jika kualitas penjaga gawang tidak bagus, tim itu bisa saja mengalami kekalahan karena kemasukan bola lebih banyak. Jadi kekuatan suatu tim sepak bola terletak pada kualitas dari setiap lini, baik itu penyerang maupun pertahanan.
Selain menyelamatkan gawang dari serangan lawan, seorang penjaga gawang sepak bola juga bertugas membantu penyerangan. Tentu membantu penyerangan bukan berarti penjaga gawang harus ikut maju menyerang. Namun operan jarak jauh yang tepat dari seorang penjaga gawang bisa menjadi langkah awal terciptanya gol bagi kesebelasannya.
Saksi Bisu Si Gawang
Begitu banyak pertandingan sepak bola yang telah berlangsung di seluruh dunia ini. Begitu banyak pula sejarah yang telah tercetak di dalam olah raga ini. Gol-gol cantik, berbagai tragedi, bahkan kecurangan telah terjadi di lapangan hijau sepak bola. Jika Anda ingat bagaimana aksi Pele yang gemilang. Atau ingatkah Anda dengan istilah “tangan Tuhan” yang fenomemal yang dilakukan oleh Maradona. Semua ini ikut mengukir sejarah persepakbolaan dunia.
Semua kejadian di lapangan sepak bola hadir di depan mata si gawang. Kejadian yang menyenangkan maupun yang menyedihkan selalu menjadi bagian dalam sepak bola. Kemenangan maupun kekalahan menjadi hal biasa yang pasti terjadi dalam setiap pertandingan sepak bola. Satu-satunya yang menjadi saksi bisu hanyalah si gawang sepak bola saja.
0

evolusi tiang gawang


Posted by Arham Sukardi

MUFC Tech- 5CB8FX9BQB65 Tiang gawang yang dipakai sepak bola saat ini sebenarnya sudah mengalami evolusi yang cukup panjang. Awalnya, gawang hanya berupa dua tiang yang dipasang dengan jarak tak stabil, sesuai dengan kesepakatan dua tim yang bertanding.

Pada 1863, federasi sepak bola Inggris (FA) menentukan bahwa panjang dua tiang gawang adalah 7,32 meter. Ukuran itu tak berubah hingga sekarang. Namun, wakatu itu di atasnya belum ada tiang lagi. Sehingga, sering terjadi kontroversi apakah bola sudah menjadi gol atau tidak. Pada 1875, diputuskanlah memakai tiang gawang yang melintang di atasnya. Sedangkan tinggi gawang 2,44 meter. Sehingga, makin smepurnalah gawang sepak bola. Namun, evolusi belum selesai. Sebab, masih saja muncul kontroversi tentang apakah bola masuk gawang atau sampingnya, terutama bola-bola dari tendangan keras.

Bentuk tiang menjadi perdebatan apakah kotak atau bulat. Pada 1920, JC Perkins dari perusahaan Standard Goals membuat tiang gawang yang bulat. Tiang gawang ini pertama kali dipakai oleh klub Nottingham Forest. Sejak itu, tiang gawang bulat memanjang populer di seluruh negara dan dunia. Bahan tiang gawang dari awal selalu kayu. Lalu, pada tahun 1980-an, mulai banyak digunakan bahan aluminium atau besi. Sebab, tiang gawang dari kayu tidak bisa stabil dan mudah terpengaruh cuaca.

Sampai akhirnya kita kenal penggunaan gawang seperti sekarang yang memakai jaring di belakangnya. Sehingga, ketika terjadi gol, bola berada di dalamnya. Ini mengurangi kontroversi, tapi tak sepenuhnya. Faktanya, masih sering ada perbedaan pendapat apakah bola sudah melewati garis gawang atau tidak. Nah, FIFA kemudian akan mencoba menggunakan teknologi Hawk Eye. Teknologi itu akan memberi tahu apakah bola sudah melewati garis atau tidak. Sejauh ini, olahraga tenis sudah memanfaatkan teknologi tersebut.